Selasa, 28 Juli 2015

TAFUMA...Tahan Fusarium dan Manisss..

Segarrr......itu yang dirasakan ketika kita menyantap buah semangka. Daging buah yang merah dan rasa manis tentu menjadi sebuah kenikmatan tersendiri. Saat ini bisa dibilang jarang kita temui buah semangka di kios-kios yang memiliki karakter seperti itu. 
ALHAMDULILLAH.... Perusahaan Cap Panah Merah bisa mengeluarkan sebuah produk baru yaitu Semangka TAFUMA. Selain memiliki rasa manis, produk ini juga memiliki ketahanan terhadap Layu Fusarium, sehingga menguntungkan petani dan tentu saja memberi kenikamatan terhadap konsumen :)..Amin.

Kegiatan promosi seperti Demplot, Studi Banding dan juga FFD sudah dilakukan secara komprehensif di beberapa titik sentral penanaman seperti Brebes, Kendal, Kebumen, Purworejo dan Cilacap. Secara umum respon petani sangat baik dan mereka cukup puas dengan performa TAFUMA di lapangan.

Selasa, 09 Juni 2015

Bercak Bakteri



Gejala awal serangan penyakit ini adalah adanya bercak berair berukuran kecil pada daun dan batang, selanjutnya bercak ini akan mengering, cekung dan berwarna coklat keabu-abuan. Tanaman tomat yang terserang daun-daunnya akan mengeriting ke bawah dan mengering, daunya akhirnya mengalami klorosis dan gugur. Batang yang terluka menyerupai kerak panjang dan berwarna keabu-abuan. Sedangkan serangan pada buah tomat yang terserang mula-mula berupa bercak berair, kemudian berubah menjadi bercak bergabus.
Beberapa teknik pengendalian yang bisa dilakukan antara lain dengan melakukan rotasi tanaman dengan tanaman yang berbeda famili, Menanam dengan benih yang sehat dan bebas patogen, Sanitasi dengan mencabut dan membakar tanaman yang sakit, serta menyiram tanaman dengan air yang bersih dan bebas penyakit. Langkah pengendalian terahir adalah dengan menggunakan bakterisida, baik menggunakan bahan nabati (bacillus sp)  maupun dengan menggunakan bahan kimia (tembaga oksida, tembaga hidroksida).

Kamis, 14 Juni 2012

FFD ARAMIS F1 GRINSING

Trend yang sedang berkembang di kalangan petani khususnya di wilayah Kec. Grinsing adalah MELON. Komoditas ini ternyata menyita perhatian petani karena hasilnya dibilang lumayan. Menurut salah satu petani yang sudah merasakan indahnya menanam melon, menyatakan kalau 1 rakit (1800-2000 batang) bisa menghasilkan pundi-pundi uang Rp 10-12 Jt, dengan biaya Rp 4,5 Jt (Biaya awal trmasuk Lanjaran & Mulsa baru). Harga tebas/Jual yang relatif tetap menjadi daya tarik petani untuk beralih ke komoditas ini.
Imbas dari fenomena di atas berakibat perusahaan benih berlomba-lomba mengambil hati petani dengan produk2 barunya.


Oleh krn itu, maka tim WMJ yg diwakili dr wilayah kendal-batang,menyelenggarakan FFD Aramis utk pertama kalinya. Dari demoplot yang ada, diketahui bahwa petani memang mengakui kalau Varietas ARAMIS ini beda dengan yang lain. Bedanya, varietas ini mempunyai Net lebih tebal, Daging buah yang berbobot, dan Daya simpan yang lama (>10 hari setelah di ethrel umur 57 HST). Selain itu ditemukan perbedaan lainnya, dimana Aramis ini pada saat buah masih pentil/kecil diselimuti oleh bulu-bulu yang sangat banyak dan panjang. Hl ini dipercaya akan lebih tahan serangan Lalat Buah.
kami selaku Sahabat Petani Yang Paling Baik sangat berharap benih Melon Aramis ini segera dapat sampai di tangan Petani. Karena diprediksi akhir tahun nanti penanaman Melon akan meningkat, dimana lahan sawah akan ditanami melon juga.