Kamis, 14 Juni 2012

FFD ARAMIS F1 GRINSING

Trend yang sedang berkembang di kalangan petani khususnya di wilayah Kec. Grinsing adalah MELON. Komoditas ini ternyata menyita perhatian petani karena hasilnya dibilang lumayan. Menurut salah satu petani yang sudah merasakan indahnya menanam melon, menyatakan kalau 1 rakit (1800-2000 batang) bisa menghasilkan pundi-pundi uang Rp 10-12 Jt, dengan biaya Rp 4,5 Jt (Biaya awal trmasuk Lanjaran & Mulsa baru). Harga tebas/Jual yang relatif tetap menjadi daya tarik petani untuk beralih ke komoditas ini.
Imbas dari fenomena di atas berakibat perusahaan benih berlomba-lomba mengambil hati petani dengan produk2 barunya.


Oleh krn itu, maka tim WMJ yg diwakili dr wilayah kendal-batang,menyelenggarakan FFD Aramis utk pertama kalinya. Dari demoplot yang ada, diketahui bahwa petani memang mengakui kalau Varietas ARAMIS ini beda dengan yang lain. Bedanya, varietas ini mempunyai Net lebih tebal, Daging buah yang berbobot, dan Daya simpan yang lama (>10 hari setelah di ethrel umur 57 HST). Selain itu ditemukan perbedaan lainnya, dimana Aramis ini pada saat buah masih pentil/kecil diselimuti oleh bulu-bulu yang sangat banyak dan panjang. Hl ini dipercaya akan lebih tahan serangan Lalat Buah.
kami selaku Sahabat Petani Yang Paling Baik sangat berharap benih Melon Aramis ini segera dapat sampai di tangan Petani. Karena diprediksi akhir tahun nanti penanaman Melon akan meningkat, dimana lahan sawah akan ditanami melon juga.

Selasa, 01 Mei 2012

LAMBADA Party..!!!!!

Berkaca pada kesuksesan promosi Bonansa di wilayah Brebes, kali ini WMJ mencoba untuk mengulangnya kembali untuk produk Jagung Manis LAMBADA F1.
Kali ini salah satu upaya yang sedang dilakukan Tim WMJ ada di Kabupatean Kendal, tepatnya di Kecamatan Patean ( perbatasan Kendal-Temanggung), dimana petani dimanjakan dengan demplot Jagung Manis yang sangat bagus dan rasa yang superrr manisss...
Kelobot yang lebih Hijau, Produksi tinggi 
( 1 bungkus panen 3,5-4 KW) dan rasa yang tidak kalah manis dengan jagung manis lain membuat produk ini bisa diterima di wilayah Batang & Kendal.
Dalam acara yang digelar di Desa Wirosari, Kec. patean ini peserta selain diajak untuk melihat demplot, diskusi analisa usaha tani, tapi juga dipersilahkan untuk mencoba/merasakan jagung lambada rebus yang telah dibuat oleh ibu-ibu petani. Dan hasilnya.....Petani mengakui kalau rasa jagung manis ini memang manis.


Nah sekarang TANTANGAN yang harus dihadapi adalah PASAR..Berbeda dengan wilayah Brebes yang saat ini sdh tidak lagi memikirkan masalah pasar, wilayah Batang & Kendal saat ini masih mengandalkan pasar lokal sehingga ketika ada panen dalam partai besar petani takut hasil panennya tidak laku. Hal ini langsung ditanggapi PP intro Mz saras dan anggota yang lain yang mengatakan bahwa akan diusahakan untuk memberikan info pasar/pedagang sehingga ke depannya petani tidak takut lagi menanam jagung manis.



Rabu, 28 Maret 2012

Bandana ohh.. Bandana

Mengapa harus Timun Bandana ???
Akhir-akhir ini khususnya di wilayah Pantura sedang digalakan promosi timun lalap baru yang bernama Bandana F1. Timun ini merupakan timun lalap hibrida yang mempunyai potensi hasil yang tinggi yaitu 3 Kg/tanaman dengan masa panen selama 23 kali. Hal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi petani yang saat ini masih menanam timun lalap yang lain. Tidak hanya itu saja yang membuat timun ini menjadi calon primadona baru, karena ternyata setelah nyampe di pedagang lokal maupun induk, timun ini sangat diterima karena bentuk buah yang ideal dan lurus serta mempunyai daya simpan yang lebih lama. Berikut kami sertakan dokumentasi promosi di lapangan :
 FFD Bandana di Wilayah Kec. Kandeman, Kab. Batang, Jateng
Selain di wilayah ini, promosi Bandana juga gencar dilaksanakan dibeberapa wilayah seperti Brebes, Pemalang dan akan lanjut ke wilayah selatan........